Terminal Cipaku Sepi Aktivitas, Ketua Komisi III DPRD Majalengka: Jangan Jadi Monumen Mati
0 menit baca
![]() |
| Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H.Iing Misbahudin dan ilustrasi Terminal Cipaku. (Foto: Eko) |
Majalengka, iNet99.id – Kondisi Terminal Cipaku di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, menuai sorotan DPRD. Terminal yang dibangun dari anggaran APBD dan APBN itu kini dinilai tak berfungsi optimal dan minim aktivitas.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, menyebut kondisi tersebut sangat disayangkan. Menurutnya, terminal yang seharusnya menjadi simpul transportasi dan penggerak ekonomi warga justru terkesan terbengkalai.
“Jangan sampai terminal ini hanya jadi monumen mati. Uang rakyat harus memberi manfaat nyata,” kata Iing, Kamis (29/1/2026).
Iing menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan pengelolaan Terminal Cipaku. Ia mempertanyakan penyebab minimnya minat angkutan dan aktivitas di terminal tersebut.
“Apakah trayeknya tidak tepat atau koordinasi antarinstansi yang lemah. Ini harus dievaluasi total,” ujarnya.
Ia menyebut setidaknya ada tiga langkah yang harus segera dilakukan pemerintah daerah, yakni evaluasi perencanaan, penyelamatan aset agar bangunan tidak rusak dan menurun nilainya, serta pengaktifan kembali fungsi ekonomi terminal, termasuk bagi pelaku UMKM di sekitar Kadipaten.
Selain itu, Iing juga menyoroti kesejahteraan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang bertugas di Terminal Cipaku. Saat kunjungan lapangan, ia menerima keluhan honor petugas yang kerap dirapel hingga tiga bulan.
“Pelayanan publik tidak akan maksimal kalau hak petugasnya tersendat. Ini akan kami bawa ke rapat dengan dinas terkait,” tegasnya.
DPRD Majalengka, lanjut Iing, mendorong agar pembayaran honor petugas dilakukan tepat waktu serta meminta percepatan renovasi dan pengaktifan kembali Terminal Cipaku.
“Pembangunan jangan hanya berhenti saat peresmian. Yang penting terminal ini benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Pewarta •Eko.W
