Preservasi Jalan Sukahaji–Cibeber Ciwidey Dilanjutkan, Fokus Tembok Penahan Tanah di Lereng
0 menit baca
Jawabarat, iNet99.id — Setelah sempat tidak menunjukkan aktivitas, pekerjaan preservasi pada ruas Jalan Sukahaji–Cibeber kembali dilanjutkan pada Jumat (9/1/2026). Di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, alat berat mulai dikerahkan untuk menangani bagian jalan yang berada di tepi jurang.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan kegiatan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket Preservasi Jalan Sukahaji–Cibeber (MYC) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pekerjaan saat ini difokuskan pada pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di sisi jalan. Penanganan tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur lereng sekaligus menjaga stabilitas badan jalan yang melintas di kawasan berbukit.
Seorang pelaksana pekerjaan di lapangan menyampaikan bahwa kegiatan preservasi baru kembali berjalan pada hari ini. Menurut dia, sebelumnya belum terdapat aktivitas fisik yang berarti di lokasi pekerjaan.
"Pekerjaan baru dilanjutkan hari ini, dengan fokus awal pada penanganan lereng," ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat.
Ia menjelaskan, secara umum pelaksanaan pekerjaan berjalan tanpa kendala besar. Adapun tantangan di lapangan lebih bersifat teknis, antara lain keberadaan jaringan utilitas di sekitar badan jalan yang memerlukan penyesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan.
Selain itu, faktor cuaca turut memengaruhi ritme pekerjaan. Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah pekerjaan harus menyesuaikan kondisi lapangan.
Warga setempat membenarkan adanya aktivitas alat berat di lokasi tersebut. AJ (35), warga Desa Lebakmuncang, mengatakan dirinya melihat langsung pekerjaan dimulai kembali pada hari ini.
Menurut AJ, keberadaan ruas Jalan Sukahaji–Cibeber memiliki peran penting bagi mobilitas warga setempat. Karena itu, ia berharap pekerjaan preservasi dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif terhadap keselamatan pengguna jalan.
Pekerjaan preservasi jalan ini dijadwalkan berlangsung selama 180 hari kalender. Dengan dilanjutkannya kembali kegiatan di lapangan, masyarakat berharap kualitas dan keamanan ruas jalan tersebut dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Pewarta: Uus


